Kopi telah lama menjadi salah satu alat produktivitas favorit di seluruh dunia. Saat kita beradaptasi dengan perubahan waktu, tim WIRED Reviews berbagi tentang rutinitas dan perangkat penyeduh kopi kesukaan mereka. Dalam artikel ini, Brad Bourque, seorang kontributor, memberikan penghormatan kepada mesin espresso manualnya. Mari kita eksplorasi lebih lanjut mengenai metode penyeduhan kopi yang digemari oleh penulis-penulis WIRED lainnya.
Mengapa Memilih Espresso Manual?
Bagi saya, kopi bukan hanya kebutuhan sehari-hari, melainkan juga sebuah obsesi. Saya lebih suka kesederhanaan dan minim perawatan, tetapi saya juga menginginkan rasa kopi yang kuat dan menarik. Selama bertahun-tahun, saya menggunakan kettle dan Aeropress yang mudah dibersihkan dan disimpan. Namun, ketika saya memiliki tempat tinggal sendiri, saya menginginkan sesuatu yang lebih substansial, meskipun tetap sederhana. Pilihan saya jatuh pada Flair Signature, sebuah mesin espresso manual yang sekarang dengan bangga menghiasi meja saya dalam balutan stainless steel.
Bagaimana Flair Signature Bekerja?
Berbeda dengan mesin espresso listrik yang besar yang menghasilkan tekanan dan panas dalam wadahnya, Flair menggunakan pendekatan unik. Dengan bantuan tuas besar di atas alat penyeduhnya, kita dapat menciptakan tekanan yang diperlukan untuk menyeduh espresso. Proses ini melibatkan dua chamber: satu untuk biji kopi dan yang lainnya untuk air panas. Dengan mengisi kedua chamber ini secara berurutan, menarik tuas sambil memantau indikator tekanan, kita dapat menyaksikan espresso kental dengan crema yang mengalir keluar.
Perlengkapan Pendukung
Untuk melengkapi pengalaman menyeduh, saya memilih kettle gooseneck sederhana dan penggiling kopi manual yang mudah digunakan. Kettle Stagg EKG dari Fellow menjadi pilihan utama saya, yang tidak hanya fungsional tetapi juga tampil menarik dengan warna hijau-kuning yang mengingatkan saya pada tim sepak bola favorit. Selain itu, penggiling 1ZPresso JX-Pro S yang saya miliki sangat mudah dibersihkan dan konsisten, meskipun saya sempat tergoda untuk mencoba Comandante C40 yang harganya lebih tinggi daripada keseluruhan perlengkapan saya.
Kenikmatan dalam Proses Menyeduh
Proses penyeduhan ini cukup hening, sangat menyenangkan di pagi hari yang sunyi atau saat hangover. Saya bisa memutar lagu Steely Dan di pemutar piringan, menyalakan kettle, dan mulai menggiling kopi sambil menyelesaikan pekerjaan pagi lainnya. Meskipun terlihat sederhana, proses ini memiliki banyak variabel yang bisa disesuaikan. Setiap perubahan kecil pada tingkat penggilingan atau suhu air dapat mempengaruhi rasa akhir espresso. Ini menjadi pencarian sempurna yang saya kenali dari pengalaman menggunakan Aeropress sebelumnya, dan sangat memuaskan ketika saya merasa berhasil menghasilkan espresso yang sempurna. Menyadari bahwa saya sepenuhnya bertanggung jawab atas rasa nikmat di tegukan pertama memberi saya semangat lebih di pagi hari dibandingkan dengan seberapa banyak kafein yang saya konsumsi.
Kesimpulan
Menyeduh espresso manual bukan hanya tentang mendapatkan secangkir kopi, tetapi juga tentang menikmati setiap prosesnya. Dengan Flair Signature dan perlengkapan pendukung yang tepat, kita bisa menjadikan pengalaman menyeduh kopi sebagai ritual yang memuaskan. Bagi para pecinta kopi di Indonesia, mencoba menyeduh espresso secara manual bisa menjadi cara baru untuk menikmati kopi dan menemukan keasyikan dalam setiap tegukan.