Granola, aplikasi catatan berbasis AI yang membantu pengguna mencatat dalam pertemuan yang padat, sedang menjadi sorotan karena masalah privasi. Meskipun aplikasi ini mengklaim catatan pengguna adalah ‘pribadi secara default’, kenyataannya catatan tersebut dapat diakses oleh siapa saja yang memiliki tautan. Hal ini menciptakan potensi risiko besar, terutama bagi mereka yang sering menghadiri rapat yang berisi informasi sensitif.
Apa Itu Granola?
Granola adalah aplikasi notepad yang ditujukan untuk membantu individu yang memiliki jadwal rapat yang padat. Aplikasi ini terintegrasi dengan kalender pengguna untuk merekam audio saat rapat berlangsung, kemudian memanfaatkan teknologi AI untuk menghasilkan daftar poin penting dari apa yang telah didengar, yang disebut sebagai ‘catatan’. Pengguna dapat mengedit catatan yang dihasilkan oleh AI, mengundang kolaborator lain untuk melihatnya, dan menggunakan asisten AI Granola untuk mengajukan pertanyaan terkait catatan dan meninjau transkrip rapat yang menjadi dasarnya.
Masalah Privasi Catatan
Dalam pengaturan aplikasi, Granola menyatakan, ‘Secara default, catatan Anda dapat dilihat oleh siapa saja yang memiliki tautan.’ Ini berarti bahwa jika pengguna tidak berhati-hati dalam membagikan tautan, siapa pun di internet bisa mengakses catatan mereka. Pengujian independen menunjukkan bahwa pengguna dapat mengakses catatan mereka sendiri melalui jendela pribadi di browser tanpa harus masuk ke akun Granola. Situs ini bahkan menunjukkan pemilik catatan dan waktu pembuatannya, membuat privasi semakin rentan.
Pengaturan untuk Keamanan yang Lebih Baik
Pengguna Granola memiliki opsi untuk mengubah pengaturan berbagi tautan agar lebih privat. Dengan membuka aplikasi, memilih profil di sudut kiri bawah, dan kemudian memilih ‘Pengaturan’, pengguna dapat mengubah opsi ‘Berbagi tautan default’ dari ‘Siapa saja yang memiliki tautan’ menjadi ‘Hanya perusahaan saya’ atau ‘Pribadi’. Jika catatan dihapus, orang-orang yang memiliki tautan tidak akan lagi dapat mengaksesnya.
Dampak untuk Pengguna di Indonesia
Isu privasi ini sangat relevan bagi pengguna di Indonesia, terutama bagi profesional yang sering menangani informasi sensitif dalam rapat. Tidak jarang, perusahaan di Indonesia lebih memilih untuk menggunakan alat yang menjamin keamanan data, dan masalah ini bisa menjadi alasan bagi beberapa perusahaan untuk tidak menggunakan Granola. Bahkan, seorang eksekutif senior dari sebuah perusahaan besar dilaporkan menolak menggunakan alat ini karena kekhawatiran akan keamanan informasi.
Penggunaan Data untuk Pelatihan AI
Granola juga menyampaikan bahwa mereka mungkin menggunakan data anonim untuk meningkatkan model AI mereka. Meskipun pelanggan enterprise dapat menolak pelatihan AI secara default, pengguna dengan paket lain tidak memiliki pilihan tersebut. Pengguna dapat menonaktifkan pelatihan AI dengan mengakses menu pengaturan dan mematikan opsi ‘Gunakan data saya untuk meningkatkan model bagi semua orang’. Perusahaan mengklaim bahwa mereka tidak mengizinkan perusahaan pihak ketiga, seperti OpenAI atau Anthropic, untuk menggunakan data pengguna untuk pelatihan AI jika pengaturan ini diaktifkan.
Keamanan Catatan dan Penyimpanan Data
Menurut halaman keamanan Granola, perusahaan menyimpan catatan pengguna di cloud pribadi Amazon Web Services yang dihosting di AS dan menyatakan bahwa catatan tersebut ‘dienkripsi saat istirahat dan dalam perjalanan’. Granola juga tidak menyimpan audio dari rapat, hanya menyimpan catatan dan transkrip yang diproses di cloud.
Kesimpulan
Bagi pengguna Granola, penting untuk memahami pengaturan privasi yang ada guna melindungi informasi sensitif. Dengan melakukan penyesuaian yang tepat, pengguna dapat memastikan bahwa catatan mereka tetap aman dan hanya dapat diakses oleh orang-orang yang berhak. Pastikan untuk selalu memeriksa pengaturan privasi Anda agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.