Indonesia, sebagai bangsa yang memiliki kebudayaan yang beraneka ragam, berpotensi memiliki masalah mengenai kriminalitas. Sesuai dengan Berita Hari Ini, kita akan membahas tren kriminalitas di Indonesia, melalui lensa bisnis dan implikasinya terhadap dunia usaha dalam negeri.
Fenomena Kriminalitas di Indonesia
Menurut Lembaga Pusat Statistik, angka kriminalitas di Indonesia cukup tinggi dan variatif. Pada 2020 saja, di tengah pandemi, ada peningkatan tindak pidana di beberapa sektor, terutama sektor bisnis. Berbagai modus operandi mulai dari pencurian, penipuan, hingga tindak pidana cyber menjadi fenomena di masyarakat.
Melalui “Berita Hari Ini”, kita dapat memonitor dinamika perkembangan kejahatan tersebut termasuk dampak yang ditimbulkannya terhadap dunia bisnis. Tentu, seakan waktu berpacu melawan kita, aktor kejahatan juga semakin canggih dan diam-diam menghancurkan berbagai sektor bisnis.
Modus Operandi dan Dampaknya pada Bisnis
Jika kita lihat dari Mabes Polri, berbagai modus operandi yang berpotensi merusak bisnis ada beberapa, antara lain penipuan dalam bentuk investasi palsu, penyalahgunaan teknologi informasi, hingga perusakan dan pencurian aset bisnis. Ini bukanlah tema trending di “Berita Hari Ini” tetapi sedikit banyaknya dampak dari fenomena ini sangat dirasakan oleh dunia bisnis terlebih pada pebisnis kecil dan menengah.
Walaupun begitu, ingatlah hal ini. Bisnis pastinya memiliki dampak ekonomi yang besar, walau pastinya memiliki resiko. Di tengah Aksi kejahatan tersebut, dapat mempengaruhi moral para pekerja hingga membuat peluang usaha menjadi berkurang.
Mengukur Kriminalitas dan Potret Bisnis di Indonesia
Menurut OECD, setiap bisnis harus dapat menjaga baik reputasi, keamanan, serta memberdayakan komunikasi dan koordinasi internal tindakan pencegahan terhadap jenis-jenis kejahatan bisnis untuk mengurangi resiko. Hal tersebut lebih ditujukan pada bisnis berskala besar, bukan berarti pebisnis kecil dan menengah tidak harus melakukan pencegahan.
Membantu kepolisian untuk mengungkap tindak kejahatan beberapa diantaranya yaitu memelihara bukti, segera melaporkan, sampai mengenali modus operandi saat terongkar oleh “Berita Hari Ini”.
Terlepas dari kesulitan yang dihadapi, berbagai cara restrukturisasi, melakukan inovasi dan membuat cara baru dalam melakukan bisnis merupakan hal yang pastinya akan selalu hadir dalam dunia bisnis demi menjaga sisi keberlanjutan.
Kesimpulan
Dalam berita seputar bisnis, “Berita Hari Ini’ memang dapat menjadi referensi yang baik, namun tidak ada gunanya berita jika kita tidak beraksi nyata. Kejahatan adalah tantangan bagi dunia usaha dan menemui masalah adalah hal biasa di era dinamis ini.
Namun yang terpenting adalah bagaimana bisnis beradaptasi, merubah cara bekerja, meminimalkan resiko dan dampak kriminalitas dan memanfaatkan kemampuan kita untuk beradaptasi dengan perubahan.
Pemberdayaan hukum, perlindungan hukum instansi terkait dan juga usaha kita, masyarakat Indonesia dengan episode unik bagi sejarah bangsa ini, tentunya mengajak (potret) bangsa Indonesia untuk menjadi lebih baik.
Untuk itu, perlunya keseriusan, peran serta aktif dari semua pihak tidak hanya komunitas bisnis, namun juga masyarakat awam, pemerintah dan penegak hukum, di tunjang dengan regulasi dan infrastruktur bersama dalam mencegah dan memerangi berbagai dampak pada kegiatan sehari-hari yang berasal dari ranah kriminalitas. Kejahatan bukanlah suatu partai politik di dalam berita, termasuk pihak yang pada dasarnya hanya pemantau, tetapi kejahatan adalah realitas dan ancaman di setiap aspek kehidupan termasuk di dunia Bisnis.