Categories Politik

Kelompok Hukum Konservatif Akselerasi Keluhan ke FCC Terkait Kimmel

Seorang kelompok hukum kecil yang konservatif baru-baru ini menggunakan akses langsung ke kantor ketua Federal Communications Commission (FCC) untuk mempercepat keluhan terhadap Jimmy Kimmel dan ABC. Ini terungkap melalui email internal yang diperoleh oleh WIRED.

Menurut dokumen yang diperoleh, kelompok tersebut mengalihkan pengajuan keluhan mereka ke penasihat senior ketua Brendan Carr, menghindari staf karir yang biasanya menangani keluhan semacam ini. Hal ini menunjukkan bahwa Center for American Rights (CAR), yang sering kali mencerminkan kritik Presiden Donald Trump terhadap media, memberikan argumen hukum yang digunakan dalam tantangan terhadap jaringan penyiaran.

Kimmel sendiri sempat ditangguhkan selama sejenak pada bulan September setelah mendapatkan ancaman dari FCC, yang menuai kecaman dari para pembela kebebasan pers dan pakar Amandemen Pertama.

Dampak Komentar Carr terhadap Media

Reaksi terhadap Kimmel dan ABC dipicu oleh komentar Carr di sebuah podcast konservatif yang membahas monolog Kimmel mengenai pembunuhan Charlie Kirk. Carr menyarankan bahwa afiliasi ABC dapat menghadapi pengawasan regulasi jika tidak mengambil tindakan.

“Kita bisa melakukan ini dengan cara yang mudah atau sulit,” ungkap Carr. “Perusahaan-perusahaan ini dapat menemukan cara untuk bertindak terhadap Kimmel, atau akan ada pekerjaan tambahan untuk FCC ke depan.”

Hingga saat ini, FCC belum memberikan komentar terkait isu ini.

Kolaborasi antara CAR dan FCC

Catatan menunjukkan bahwa Daniel Suhr, presiden CAR dan mantan direktur kebijakan gubernur Wisconsin, memiliki akses langsung ke penasihat hukum senior Carr dan menggunakannya untuk mengalihkan pengajuan keluhan. Selama berbulan-bulan, email menunjukkan bahwa CAR memberikan teori hukum yang dapat digunakan dalam serangan terhadap jaringan penyiaran besar yang mendapat perhatian negatif dari pemerintahan Trump.

Jessica Rosenworcel, pendahulu Carr, sebelumnya pernah menolak tiga keluhan dari kelompok tersebut terhadap stasiun ABC, CBS, dan NBC, yang disebutnya bertentangan dengan Amandemen Pertama. Namun, Carr menghidupkan kembali keluhan-keluhan tersebut setelah menjabat.

Menjelang September 2025, upaya kelompok ini telah memengaruhi proses regulasi. Keluhan CAR terhadap CBS atas wawancara 60 Minutes dengan Kamala Harris menjadi leverage dalam tinjauan merger Paramount-Skydance, yang disetujui pada bulan Juli setelah Skydance berkomitmen untuk memasang ombudsman konservatif di CBS News.

Komitmen dan Tuntutan CAR

Saat dihubungi untuk memberikan komentar, Suhr menyatakan bahwa CAR mematuhi semua aturan FCC mengenai komentar publik dan pertemuan ex parte. Dia menjelaskan bahwa keluhan awal yang diajukan pada bulan September sudah melalui portal keluhan konsumen FCC dengan staf terkait yang dicantumkan. Ia menambahkan, pengajuan tambahan dilakukan dengan cepat setelah penampilan Carr di podcast karena kelompok tersebut sudah melakukan penelitian mendalam tentang distorsi berita, Kimmel, dan televisi larut malam tanpa pemberitahuan sebelumnya tentang pernyataan ketua.

“Kami mengajukan keluhan awal kami di portal keluhan konsumen FCC dan, seperti yang Anda katakan, mencantumkan staf terkait di dalamnya,” ungkap Suhr.

Suhr juga berpendapat bahwa standar distorsi berita mencakup penipuan terhadap pemirsa, bukan hanya kebohongan literal. Dia merujuk pada surat dari Demokrat Senat tahun 2018 yang mendesak FCC untuk menyelidiki Sinclair atas distorsi berita dan menyatakan bahwa CAR meminta penegakan standar kepentingan publik secara adil.

Kesimpulan

Suhr dalam beberapa wawancara sebelumnya menyatakan bahwa penyiar gagal menjalankan kewajiban kepentingan publik mereka di bawah Undang-Undang Komunikasi, terutama menyangkut acara larut malam yang condong ke Demokrat dan kurangnya kepercayaan masyarakat terhadap berita nasional. Ketika ditanya apakah tujuan yang dicari adalah dominasi konservatif dalam penyiaran Amerika, Suhr mengakui, “Ya, saya akan sangat senang dengan hasil itu,” katanya.

Written By

Russell Marshall adalah seorang profesional blogger berpengalaman yang dikenal luas atas kemampuannya dalam menyajikan informasi terkini seputar berita terbaru, teknologi, media sosial, games, dan berbagai topik menarik lainnya. Dengan gaya penulisan yang informatif, ringkas, dan mudah dipahami, Russell Marshall berhasil membangun reputasi sebagai sumber terpercaya bagi pembaca yang ingin selalu update dengan perkembangan dunia digital. Blog-nya menjadi rujukan utama bagi banyak kalangan, mulai dari penggemar teknologi hingga penikmat hiburan, berkat analisis tajam dan penyampaian konten yang konsisten dan relevan.

More From Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like

GSA berencana rekrut ratusan karyawan untuk pemulihan pasca DOGE

Setahun Setelah Pemotongan DOGE, GSA Siap Rekrut Ratusan Karyawan

GSA berencana merekrut ratusan karyawan setelah pemotongan DOGE. Temukan dampak dan rencana mereka selanjutnya.

Dukungan FCC untuk serangan Brendan Carr terhadap Disney

Pejabat FCC Dukung Serangan Brendan Carr ke Disney, Catatan Terungkap

Pejabat FCC memberikan dukungan untuk serangan Brendan Carr kepada Disney. Temukan informasi lengkapnya di sini.

Ilustrasi skandal data keamanan sosial yang melibatkan John Solly

Skandal Data: Mantan Pegawai DOGE Diduga Simpan Data Keamanan Sosial

Mantan pegawai DOGE, John Solly, diduga menyimpan data keamanan sosial untuk pekerjaan baru. Temukan lebih…